Dihari Ultah-ku ke-18
Mungkin
hari ini saya bahagia, dan senang telah melewati hari lahirnya saya, itu
loh.... hari ulang tahun saya. Memang menyenangkan tapi ada yang kurang
berkesan dihari ulang tahunku yang ke-18 ini..... uh, memang menyebalkan..
bikin malu, dan tidak asyik. Mungkin banyak anak-anak lain merayakan ultah
mereka dengan semangat, gembira, ketawa, dengan mengundang teman-temannya.
Tapi saya ? ya... dihari ultah ini saya harus menahan diri untuk tidak
merayakannya bersama keluarga ataupun dengan teman-teman. Mau tahu cerita
selanjutnya..? lanjutkan membaca cerita saya ini... :) :) :)
Baca Juga : Aku Lahir Sebagai Anak
SELAMAT
MEMBACA
Nama saya “Anugrah Krisman Jaya
Zebua”, sering dipanggil “Anugrah”, tapi bisa juga “kris”. Sekarang saya kuliah
di Universitas Gunadarma, kelas 1ea13, jurusan Manajemen Ekonomi. Saya
melanjutkan sekolah saya ke perguruan tinggi tidaklah mudah, karena saya harus
meninggalkan orangtua saya di kampung tercinta pulau Nias. Memang saya pergi
untuk sementara hanya untuk mencari ilmu dan sukses, membanggakan orangtua,
tapi sakit rasanya meninggalkan orangtua apalagi saya adalah anak laki-laki
satu-satunya yang menjaga keluarga, karena ayah telah tiada. Tapi tekat saya ke
luar pulau untuk menuntut ilmu sudah bulat hingga saat saya ini tinggal di
jakarta tempat paman berdomisili. Sejarah saya sampai ke Jakarta memang sangat
panjang dan tidak usah diceritakan lagi karena bisa memakan waktu pengetikan.
Pembahasan bukanlah pada saat saya sampai di Jakarta tapi saat saya ultah
ke-18.
Baca Juga : Cara Menganalisa SEO Dengan SEMrush
Baca Juga : Cara Menganalisa SEO Dengan SEMrush
Hari ini hari sabtu,10 november
2012, berarti hari ulang tahun saya dong.... keberapa ya? Ooooo ia ke-18...
puji Tuhan saya bisa hidup 18 tahun, Tuhan tambah lagi umur saya ya..? (kata
saya dalam hati). Pagi itu saya berfikiran aneh, bukannya meminta syukur pada
tuhan tapi memikirkan uang untuk traktir teman. pagi cerah, sinar matahari yang
panas membangunkan saya dari tidur nyenyak. Saya bergegas kelantai bawah untuk
langsung mandi dan makan, tapi saya lupa berdoa meminta syukur karena tuhan
telah menolong saya saat saya tidur. Selesai mandi dan makan saya ke kamar
hendak menyusun buku yang dipelajari di kampus ke dalam ransel. Tiba-tiba
telfon genggam bergetar, “deerrrrggggddddeeerrgg” saya langsung mengangkat
telfon gengam dan menjawab panggilan, ehhh kebetulan mama nelpon, saya bisa
minta duit nih... (oh tuhan saya berfikir macam-macam lagi). Mama menanyakan
keadaan saya, dan mengucapkan selamat ultah ke saya begitu juga keluarga saya
kampung. Saya merasa bahagia mama nelfon, ma saya ngak ada uang ma... bwt
ongkos, beli kue buat teman... (berharap mama mengirim uang). Nak... mama ngak
ada uang.. kemarin habis buat arisan..(kata mama). Akhirnya saya makin layu dan
kurang semangat karena takut malu didepan teman banyak jika nantinya mereka
mengetahui ultah saya hari ini saya tidak bisa membayangkan apa yang terjadi.
Yaudahlah mama, kalau tidak ada uang.. saya masih punya uang Rp 60.000 untuk
ongkos hari ini (kata saya kepada mama). Sekitar pukul 08.00 saya berangkat
dengan buru-buru takut terlambat mata pelajaran. Saat saya dimobil saya
membaca, karena saya akan menghadapi ujian lab matematika dasar, saya
harap-harap cemas bisa mendapat nilai yang baik. Saat saya sampai tiba-tiba
saya melihat anak-anak pada membawa modul madas pertama sampai kelima, saya langsung bergegas memfotokopinya
agar bisa masuk ke lab madas. Selesai sudah, akhirnya saya dapat modul. Saya
masuk ke dalam ruangan lab bersama teman-teman dan mengikuti ujian, waduh sial
uang saya habis lagi, ternyata modul tadi tidak diserahin ke kakak praktikum
cuman bahan bacaan saja (menyesal). Kami diberikan 5 soal untuk waktu
pengerjaan selama 30 menit (mana cukup waktunya, kata saya dalam hati).
Teman-teman saya serius mengerjakannya, begitu pula dengan saya. Waduh soalnya
susah juga, belum membaca lagi (gugup). Ternyata 30 menit telah selesai dan
saya hanya mengerjakan 3 soal dari ke-5 soal yang diberikan, apalagi saya
kurang yakin dengan jawaban saya. Saatnya makan! Saya dan teman saya iim pergi
menuju kantin kecil yang berukuran 4x5 meter, disana kami memakan indomie
goreng pakai telor. Uhhhhh.. akhirnya kenyang juga, kami bergegas kembali ke
ruangan lab berikutnya, eh ternyata masih 2 jam lagi waktu kosong...... untuk
menikmati waktu kosong saya pergi istirahat kerumahnya teman saya iim. Ternyata
kita tidak punya modul lagi nieee.... saya dan iim menelfon teman-teman
berharap ada yang mau membantu memfotokopi, eh ternyata pulsa habis...... ooo
ia saya masih punya paket internet di modem.... kita download aja modulnya baru
nanti kita print (kata saya kepada teman saya iim). Saya langsung mencari situs
lab akdas tapi tidak ketemu, akhirnya saya mencarinya di google dan dapat. Kami
langsung bergegas kembali ke kampus E kelapa dua untuk mengikuti lab ke-2
akdas. Saat saya sampai, saya langsung mencetak modul yang saya download
ditemani oleh iim. Waktu berlalu 10 menit kami berlari takut terlambat
praktikum, ternyata sudah masuk, kamipun masuk dan ditanyai oleh kakak
praktikum mengapa terlambat..... kami jawab yang sebenarnya terjadi, kami
menyerahkan modul... ehhh tapi modulnya salah masss (kata kakak praktikum) ya
kak... kami download tadi di situs yang salah dong... (kata saya dengan muka
muram karena takut tidak diijinkan masuk) akhirnya kami berdua dimaafkan dan
diizinkan masuk oleh kakak praktikum yang baik hatinya. Pelajaran selesai dan
kamipun kembali kerumah kami masing-masing.
Sekian dan terimakasih.......
Eehhh ia saya lupa kesimpulannya >>>>
Kesimpulan dari cerita saya adalah :
1. Semua
kebahagiaan bukanlah berasal dari uang semata tapi bagaimana cara kita
memanfaatkan kebahagiaan itu sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan kita.
2.
Jangan
malu untuk sesuatu yang mungkin tidak bisa dilakukan “semangat”

0 Comments