Seperti diterjang ombak datang kembali menghampiri segala kemungkinan yang harus dilalui, selamat datang kembali di blog anugrah.myartikel. Kali ini saya akan berbagi cerita yang berjudul "Aku Lahir Sebagai Anak" Simak artikel ini sampai habis. Semoga Menyenangkan . . .

Aku

Aku bermula sebagai seorang anak kecil yang lahir sebagai anak dari kedua orangtua-ku. Disaat aku kecil banyak sekali tingkah dan kelakuanku yang diluar dugaan orangtua-ku.

Waktu bermain kemungkinan lebih banyak ketimbang waktu makan, mandi ataupun tidur. Teman-temanku adalah waktu luang yang utama ketimbang waktu dengan orangtuaku.

Sesekali aku dimarahi karena lebih banyak waktu bermain di luar rumah bersama teman-temanku. Namun mengherankan karena aku tidak berhenti terus-menerus berulah demikian, apakah itu salah? Saya rasa “tidak” karena saya butuh kesempatan sebagai seorang anak yang memiliki banyak teman.

Dunia kita mungkin berbeda namun inilah duniaku, saat saya menjadi seorang anak dengan kedua orangtua yang sangat baik, tapi saya tidak memperdulikan itu.

Baca Juga : Perbedaan Landing Page dan Homepage

Anak zaman sekarang memiliki waktu terbanyak dirumah bersama orangtua karena diluar tidak aman. Dunia luar saat ini sungguh sangat tidak aman buat anak-anak karena telah berubah menjadi kecanggihan teknologi yang salah dimanfaatkan.

Waktu telah berlalu dan telah berubah menjadi bubur bagi anak zaman dulu yang berada dan besar saat zaman baru muncul. 

Lihat Disini : Story Abaut Me

Namun bubur itu akan menjadi keras jika dapat dibentuk dengan baik. Tentunya pelaku pembentuk yang dimaksud adalah orangtua dan guru serta teknologi yang mendidik.

Sebagai anak zaman dulu maupun zaman sekarang yang terpenting adalah menjadi diri sendiri yang siap dibentuk untuk menjadi anak yang dapat bermanfaat bagi dunia serta nyata dalam segala hal.

Demikian Artikel yang berjudul "Aku Lahir Sebagai Anak". Nantikan Artikel selanjutnya, terima kasih . . .